Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Diteken Turki-Pakistan-Saudi, Apa Tujuan Pakta Pertahanan Makkah?

Turki, Pakistan, dan Arab Saudi menandatangani Perjanjian Pertahanan Makkah pada 7 Agustus 2025 yang bertujuan memperkuat pencegahan kolektif terhadap agresi. Pakta ini disepakati oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Meskipun seranganannya mirip NATO, para ahli ragu pakta ini akan sepenuhnya dilaksanakan karena ketiga negara juga menjaga hubungan baik dengan Iran dan AS.

Analis menilai perjanjian ini lebih sebagai lapisan pencegahan fleksibel bagi Arab Saudi yang sedang berada dalam konflik regional dengan Iran dan Houthi di Yaman. Tujuan jangka pendeknya adalah stabilitas kawasan, sementara jangka panjangnya akan fokus pada kerja sama pertahanan. Turki dan Pakistan kemungkinan tidak akan langsung bertindak militer meski Arab Saudi diserang.

Para pakar menekankan bahwa tiga negara saling melengkapi: Arab Saudi kaya minyak tapi butuh teknologi pertahanan, Turki punya industri pertahanan maju tapi butuh pasar, dan Pakistan memiliki senjata nuklir serta angkatan bersenjata kuat. Pakta ini tidak menggantikan perjanjian sebelumnya dan terbuka untuk negara lain bergabung seperti Mesir. Tujuannya adalah mencegah dominasi Iran-Israel di kawasan, bukan meraih kemenangan militer.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait