Ancaman AI Kian Nyata, Trump Bentuk Pasukan Super Intelijen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump membentuk gugus tugas baru bernama Super Intelligence Force untuk memastikan kepemimpinan Amerika Serikat dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Dipimpin oleh Direktur Intelijen Nasional Jay Clayton, pasukan ini bertugas mengoordinasikan interaksi pemerintah federal dengan konsumen, organisasi publik, penyedia infrastruktur kritis, dan perusahaan teknologi.
Langkah ini menyusul perintah eksekutif 29 September yang mengubah istilah AI menjadi Super Intelligence karena Trump menganggap kata 'artificial' terdengar palsu. Gugus tugas yang melibatkan pejabat FTC, Departemen Pertahanan, dan Kantor Manajemen Personalia ini akan melapor langsung kepada presiden dan Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, guna mengawasi keamanan dan regulasi teknologi tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 12.30
AI Diganti Trump Jadi SI, Elon Musk Bakal Ganti Nama SpaceXAI
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 09.00
Trump Resmi Angkat Bos Intelijen AS Jadi Kaisar AI
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 17.30
Trump Mau Bentuk Lembaga AI Baru, Sudah Kantongi Nama Calon Bos
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 11.15
Trump Kerahkan Bos Intelijen untuk Menangkan Perang AI
Berita terkait
Donald Trump Ubah Nama AI Jadi SI, Alasannya Tak Terduga
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 07.05
Tepatkah Trump Ganti Nama AI Jadi <i>Super Intelligence</i>?
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 09.27
FOTO: Donald Trump Kumpulkan Para Pentolan AI di Gedung Putih
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.15
Manusia Dalam Bahaya, Presiden Lepas Tangan Suruh Atur Diri Sendiri
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 12.45