Ancaman Siber Makin Canggih, Nasabah Perlu Perlindungan Saat Bertransaksi Digital
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perkembangan layanan keuangan digital memberikan kemudahan transaksi, namun meningkatnya risiko kejahatan siber menuntut perlindungan yang lebih kuat. Data pribadi, informasi rekening, dan kredensial akses layanan keuangan menjadi sasaran utama pelaku kejahatan apabila tidak dijaga dengan baik. Lembaga keuangan perlu memperkuat sistem keamanan digital sekaligus meningkatkan kesadaran nasabah agar tidak mudah menjadi korban penipuan.
Untuk menjawab tantangan ini, PT Asuransi MSIG Indonesia bekerja sama dengan Jenius by SMBC Indonesia menghadirkan Asuransi Siber Personal Lines. Solusi ini dirancang untuk melindungi transaksi keuangan digital nasabah dari berbagai risiko kejahatan siber dengan premi terjangkau dan akses pembelian mudah melalui aplikasi Jenius.
Ancaman siber di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat 1,52 miliar serangan siber pada semester I 2026, didominasi oleh malware yang semakin adaptif dan sulit dikenali oleh sistem keamanan lama. Modus pencurian data kini terjadi dalam skala masal dan dengan cara yang semakin canggih, berdampak langsung pada akun dan tabungan nasabah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 22.27
Jenius dan MSIG Luncurkan Asuransi Siber, Premi Mulai Rp 70 Ribu per Tahun
Berita terkait
Pertumbuhan Digital Harus Diikuti Kesiapan Menjaga Keamanan Data dan Sistem
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.17
Adopsi AI Bikin Serangan Bot di Transaksi Digital Melonjak
Detik.com · 27 Juli 2026 pukul 14.16
AI Makin Mandiri, Kaspersky Ingatkan Kepercayaan Buta Manusia Bisa Jadi Bumerang
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 15.16
Taiwan Diserang Hacker Pakai AI, Puluhan Akun Pemerintah Dibobol
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.45