Anwar Ibrahim Minta ASEAN Tangani Kabut Asap Karhutla di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak ASEAN untuk meninjau kembali mekanisme penanganan kabut asap lintas batas guna melindungi kesehatan masyarakat, terutama bayi dan anak-anak. Hal ini dipicu oleh kondisi udara berbahaya di Serian, Sarawak, dengan indeks polusi udara (API) mencapai 302. Anwar menegaskan Malaysia menghormati hukum Indonesia dan tidak akan melindungi perusahaan Malaysia jika terbukti terlibat pembakaran lahan di Indonesia.
Parlemen ASEAN untuk Hak Asasi Manusia (APHR) turut mengategorikan krisis ini sebagai darurat HAM. APHR mendorong pembentukan kerangka hukum regional, transparansi peta konsesi perusahaan perkebunan, serta standarisasi indikator kualitas udara di seluruh negara anggota ASEAN. Indonesia melalui Kemlu menyatakan terus berkoordinasi dengan negara-negara ASEAN terdampak untuk mengatasi masalah karhutla tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 September 2026 pukul 13.47
Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap di Sarawak Imbas Karhutla RI
Detik.com · 8 September 2026 pukul 15.17
Di Malaysia, Kapolda Riau Bicara soal Karhutla dan Penanganan Gotong Royong
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 14.20
Mendesak Tanggung Jawab Pemerintah dan Korporasi Atas Dampak Karhutla yang Kian Meluas
VOI · 8 September 2026 pukul 14.12
Indonesia Digugat ke ASEAN Gara-gara Karhutla, Gerindra: Pemerintah Terus Lakukan Penanganan
Berita terkait
Asap Karhutla Indonesia Kepung Malaysia, Kuala Lumpur Desak ASEAN Perketat Aturan
VOI · 4 September 2026 pukul 09.15
Terdampak Kabut Asap, Kualitas Udara di Belasan Wilayah Malaysia tak Sehat
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 16.51
Pemerintah RI Koordinasi dengan ASEAN terkait Asap Lintas Batas
Detik.com · 5 September 2026 pukul 15.07
Kemlu : Indonesia Koordinasi dengan Negara ASEAN yang Terdampak Asap Karhutla
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 13.15