APBD Terkuras, Pemko Palangka Raya Sebut Tak Mampu Lagi Atasi Karhutla
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung sejak Juni 2026 hingga kini semakin menguras kemampuan keuangan Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sudah tidak mampu lagi dan diperkirakan akan masuk ke zona minus pada awal Oktober 2026. Selama puluhan bulan penanganan karhutla, APBD menjadi sumber utama untuk mendanai operasional pemadaman hingga gaji personel lapangan. Akibatnya, pembayaran upah harian petugas pun tertunda, meskipun mereka masih terus bertugas di lapangan untuk mengatasi kebakaran yang belum selesai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 September 2026 pukul 13.51
Polri Tetapkan 196 Orang Tersangka Karhutla
kumparan · 30 September 2026 pukul 09.43
Jepang Akhiri Misi Karhutla di Kalbar, Tarik Pulang Pasukan
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 08.52
Karhutla di 6 Provinsi Turun, BNPB Catat Sisa Lahan Terbakar 96,07 Hektare
Detik.com · 30 September 2026 pukul 05.33
BNPB: Karhutla Seluas 96,07 Hektare Belum Padam
Berita terkait
Gubernur Kalteng Salurkan Bantuan ke 6 Kabupaten dan 1 Kota Terdampak Karhutla
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 19.39
FOTO: Karhutla Masih Membara di Palangka Raya
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.31
FOTO: Tanggap Darurat Karhutla di Palangka Raya Diperpanjang
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 18.36
23 Orang Jadi Tersangka Karhutla di Kalteng, Pulang Pisau Terbanyak
VOI · 2 September 2026 pukul 01.15