Jenderal Iran: Negara Mana Pun yang Jadi Tameng AS Akan Terbakar dalam Kobaran Api Perang!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jenderal Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, memperingatkan bahwa negara mana pun yang menjadi tameng bagi Amerika Serikat (AS) dalam perang regional akan menghadapi konsekuensi serius, termasuk terbakar dalam kobaran api perang. Ia mendesak negara-negara di kawasan untuk mempertimbangkan kembali kerja sama dengan Washington, karena AS sedang mengejar eskalasi yang meluas untuk memperluas dominasi ilegal di wilayah tersebut.
Menurut Abdollahi, AS telah membuktikan bahwa mereka tidak akan menahan diri dari tindakan agresi terhadap kepentingan dan sumber daya negara-negara Muslim. Ia menekankan bahwa AS menggunakan modal, infrastruktur, dan sumber daya negara-negara Muslim sebagai perisai bagi militernya yang melemah, sambil memperkuat mesin militer dan keamanan rezim Zionis.
Iran menyatakan bahwa keseimbangan kekuatan di kawasan telah berubah berkat perlawanan bersama, dan kegagalan AS dalam mencapai tujuan agresifnya terhadap Iran memaksa mereka melancarkan perang dari balik wilayah negara lain, membebankan biaya perang kepada pemerintah regional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 11.30
Iran Murka AS Gunakan Isu Selat Hormuz Sebagai Dalih Aksi Militer
CNBC Indonesia · 2 Agustus 2026 pukul 06.40
Iran Kirim Ultimatum ke AS, Arab Saudi dan UEA Siap Dibuat Menderita
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 17.30
Kuwait Tembak Jatuh Drone-drone Iran Targetkan Fasilitas Pemerintah
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 13.39
Trump Ancam Hantam Iran Sangat Keras, Bertekad Menang Perang
Berita terkait
Bersiap Mengebom Iran Besar-besaran, AS Desak Warganya Tinggalkan Timur Tengah
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 07.58
Timur Tengah Memanas, AS Minta Warganya Segera Angkat Kaki dari Iran
Detik.com · 21 September 2026 pukul 08.43
AS akan Pulihkan Jumlah Staf Diplomatik di Kedutaan-kedutaan Besar di Timur Tengah
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 10.26
Heboh Teror Pangkalan AS: 5 Tersangka Bebas, Iran Ngamuk-Trump Protes
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.30