Iran Ejek Operasi Ekonomi Terbaru Trump: Skenario Daur Ulang!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyindir kampanye tekanan militer dan ekonomi AS yang dinilainya hanyalah "film lama yang diputar ulang". Menurutnya, istilah seperti "sanksi yang melumpuhkan" pada masa Obama, "tekanan maksimum" pada Trump periode pertama, hingga "sanksi yang menghancurkan" pada Trump periode kedua, semuanya mencerminkan kebijakan intimidasi yang sudah lama diterapkan Washington. Araghchi menegaskan bahwa Iran sudah memahami cara menghadapi dan menangani kebijakan semacam itu.
Araghchi menyatakan bahwa kembalinya AS ke rencana lama setelah sebelumnya mengandalkan operasi militer dan ancaman serangan, menunjukkan rasa frustrasi dan ketidakmampuan Washington dalam menemukan solusi efektif melawan Teheran. "Mereka tidak mampu memikirkan solusi lain, sehingga terus-menerima rencana lama yang sama," ujurnya.
Terkait blokade ekonomi, Araghchi menepis kekhawatiran dan menegaskan bahwa Iran tidak pernah takut. Ia menegaskan bahwa semua langkah sebelumnya AS, termasuk blokade ekonomi dan aksi militer, telah gagal, dan kampanye terbaru pun akan mengalami nasib serupa. Araghchi juga menekankan bahwa AS harus mempertimbangkan solusi berlandaskan keadilan dan martabat dalam menghadapi rakyat Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.55
AS Meluncurkan "D-Day Ekonomi" Terbesar dalam Sejarah untuk Menghancurkan Iran
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.00
Mencekik Iran, AS Tercekik
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.05
Iran Ancam Negara yang Bergabung dengan Aliansi Perang Ekonomi Pimpinan AS
Berita terkait
AS Dianggap Kehilangan Kredibilitas, Sanksi Terberat pada Iran Tak akan Berhasil
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 20.27
Iran Ancam Negara yang Ikut Sanksi AS: Akan Kami Anggap Musuh
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 14.15
Saat Iran Ingin Akhiri Perang Selagi di Posisi Kuat
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 20.34
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51