Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

AS Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela lewat Perusahaan Swasta

Pemerintahan Donald Trump mengumumkan kesepakatan strategis untuk mengambil alih cadangan minyak Venezuela melalui perusahaan swasta North American Blue Energy Partners (NABEP). Konsesi selama 100 tahun diberikan kepada NABEP untuk mengebor di 17 lapangan minyak yang diperkirakan mengandung sekitar 65 miliar barel minyak, setara dengan seperlima dari total cadangan minyak terbukti Venezuela. NABEP, yang dipimpin oleh eksekutif Venezuela Alejandro Betancourt, saat ini menjadi produsen minyak swasta terbesar kedua di Venezuela dengan produksi sekitar 200.000 barel per hari, dan menargetkan peningkatan produksi hingga lebih dari 1 juta barel per hari melalui investasi infrastruktur senilai US$100 miliar.

Presiden Trump menegaskan bahwa kesepakatan ini akan mengamankan dominasi energi AS untuk abad berikutnya tanpa membebani pembayar pajak, sekaligus memungkinkan pengisian kembali Cadangan Minyak Strategis (SPR). Langkah ini menyusul penggulingan mantap Jika Nicolás Maduro dan pengangkatan kepemimpinan interim di bawah Delcy Rodriguez, yang menyebut kesepakatan ini sebagai 'perjanjian bersejarah'. Namun, sejumlah pakar industri minyak meragukan dampak instan terhadap harga bahan bakar, karena infrastruktur energi Venezuela yang hancur membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dibangun kembali, dan karakteristik minyak yang berat dan asam membuatnya lebih mahal untuk dimurnikan.

Di sisi politik, kesepakatan ini menuai kecaman, termasuk dari Senator Demokrat Jack Reed yang menyebut rencana pemberian saham kepada Pentagon sebagai penyalahgunaan kekuasaan. Sementara itu, konflik terkait kebijakan energi dan geopolitik AS di kawasan ini terus berkembang, termasuk aksi militer di Iran yang kemudian diselesaikan melalui nota kesepahaman pada Juni 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait