Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

AS Gebuk Tarif Tinggi Panel Surya Asia, Indonesia Kena hingga 173%

Departemen Perdagangan AS menetapkan tarif tinggi terhadap impor sel dan panel surya dari Indonesia, India, dan Laos. Tarif countervailing duty untuk Indonesia berkisar 73,2% hingga 173,7%, sementara margin antidumping mencapai 94,36%. Tarif serupa diberlakukan pada India (123,04% antidumping, 126,09% countervailing) dan Laos (65,43% antidumping, 82,03%-153,67% countervailing). Keputusan ini hasil penyelidikan yang dilontarkan oleh Alliance for American Solar Manufacturing and Trade yang didanai produsen AS seperti First Solar dan Hanwha Qcells. Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC) akan memutuskan dampaknya pada 14 Oktober 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait