Bahaya Mengumbar Aib di Media Sosial, Begini Penjelasannya!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel SINDOnews membahas fenomena mengumbar aib dan ghibah yang merajalela di media sosial, hingga menjadi konten yang 'menjual' dan membuat pelakunya viral. Islam melarang keras perilaku ini, sebagaimana tertuang dalam QS Al-Hujurat:12 yang menegaskan larangan berprasangka buruk, mencari-cari keburukan orang (tajassus), dan menggunjing (ghibah). Ayat tersebut diturunkan terkait peristiwa sahabat Salman al-Farisi yang tidur mendengkur setelah makan, lalu kebiasaan itu dijadikan bahan gunjing yang tersebar luas. Allah memerintahkan menutupi aib diri sendiri dan sesama muslim, karena setiap manusia memiliki kelemahan yang seharusnya dijaga. Mengumbar aib — meski bukan hoaks — dinilai memalukan dan melanggar hukum Allah, mengingat Dia telah menutupi kesalahan hamba-Nya. Artikel juga menyorot kecenderungan perempuan lebih aktif dalam membahas aib orang lain, serta mengingatkan bahwa manusia diciptakan sempurna dengan jalur kehidupan masing-masing, sehingga membuka aib yang sudah ditutupi Allah merupakan perbuatan tak sepantasnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 17.06
Psikolog Ungkap Perilaku di Media Sosial Mencerminkan Karakter Seseorang
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.12
Komisi IX DPR: Nakes Jangan Hilang Empati
Berita terkait
Medsos dalam Pandangan Al-Quran, Cermin Kualitas Keimanan
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 20.15
5 Adab Bermedia Sosial dalam Islam, dari Tabayyun hingga Menebar Kebaikan
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 19.34
Hukum Pembunuhan dalam Islam: Membunuh Satu Jiwa Seolah Membunuh Seluruh Manusia
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 05.15
Kemenkes Buka Suara soal Nakes yang Diduga Komentar Negatif ke Pasien BPJS di Media Sosial
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 18.40