Bakom Dinilai Punya Posisi Strategis untuk Menjaga Kepercayaan Publik & Serangan Narasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) dinilai perlu diperkuat untuk menghadapi meningatnya pertarungan informasi di ruang digital. Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti Prof. Trubus Rahadiansyah menyatakan Bakom harus mampu merespons cepat tudingan, disinformasi, hoaks, fitnah, dan manipulasi informasi yang memengaruhi persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah. Survei Digdaya Polling & Strategy (22–31 Juli 2026) mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Prabowo sebesar 73,3 persen dari 1.200 responden secara nasional dengan margin of error sekitar ±2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Trubus menekankan pentingnya menunjukkan data konsisten yang dapat diverifikasi publik, karena masyarakat society 5.0 lebih bermain di media sosial sama AI. Pemerintah tidak cukup memberikan bantahan, tetapi harus menunjukkan fakta dan mekanisme yang dapat diverifikasi. Bakom memiliki posisi strategis dalam menjaga komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 10.08
Hadapi 'Surat Kaleng' Modern di Medsos, Pakar: Bakom Harus Diperkuat
Berita terkait
Komunikasi Jujur dan Objektif Jadi Kunci Pemerintah Mendapat Kepercayaan Publik
JawaPos · 26 September 2026 pukul 00.30
Komunikasi Jujur dan Objektif Jadi Kunci Pemerintah Mendapat Kepercayaan Publik
JawaPos · 25 September 2026 pukul 23.30
Survei Poltracking Jadi Alarm Pemerintah, Bakom Akui Komunikasi Prabowo-Gibran Belum Maksimal
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 18.51
Menko Polkam Kumpulkan Humas Kementerian hingga Pemda, Ini yang Dibahas
Detik.com · 1 September 2026 pukul 14.06