Banjir Bandang Nepal: Ratusan Tewas, Operasi Pencarian Berlanjut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus 2026 menyapu bersih pemukiman dan menyebabkan 157 orang tewas hingga Kamis (27/8) pukul 12.01 waktu setempat. Sebanyak 1.500 orang dinyatakan hilang, termasuk 341 warga negara asing. Bencana ini didorong oleh runtuhnya gletser dari ketinggian 5.200 meter di Pegunungan Himalaya, yang menyebabkan air mengalir ke Sungai Lhende Khola di Tibet dan kemudian ke Sungai Trishuli di Nepal. Ketinggian air naik hingga 9 meter dalam 30 menit, menghancurkan rumah, jalan, dan infrastruktur di distrik Nuwakot dan Dhading. USGS memastikan bahwa gempa bumi magnitudo 4,4 yang dilaporkan awalnya bukan penyebabnya, melainkan bagian dari proses runtuhnya gletser.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 05.00
Yang Sudah Diketahui soal Banjir Bandang di Nepal
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.50
Apa Penyebab Banjir Bandang Nepal, Hantam Warga Meski Tak Ada Hujan?
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 12.10
Foto: Sebelum dan Sesudah Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 07.17
Detik-detik Sejumlah Desa Tersapu Banjir Bandang dalam Sekejap, 157 Orang Tewas
Berita terkait
Runtuhnya Gletser Pemicu Banjir Bandang Nepal Tercatat Setara Gempa M 5,2
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.01
Bertambah Lagi, Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Jadi 472 Orang
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 11.56
7 Fakta Ngeri Banjir Bandang Terjang Nepal Tewaskan Ratusan Orang
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 06.07
Korban Jiwa Banjir Bandang di Nepal Bertambah Jadi 392 Orang
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 03.49