Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Batu Bara dan CPO Jadi Penyelemat Ekspor RI di Juli 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai US$25,46 miliar, naik 8,84% dibanding Juni 2025. Ekspor nonmigas tumbuh 9,46% menjadi US$24,39 miliar, sementara ekspor migas turun 3,78% menjadi US$1,07 miliar. Kenaikan ekspor nonmigas terutama didorong bahan bakar mineral yang naik 49,67% (volume naik 15,34%), nikel yang naik 69,30% (volume turun 12,14%), serta minyak lemak hewan dan nabati yang naik 10,45% (volume turun 7,09%). Dari sisi sektor, pengolahan memberikan kontribusi terbesar senilai US$20,88 miliar, disusul pertambangan US$3,03 miliar, dan pertanian, kehutanan, perikanan US$0,49 miliar.

Sektor pertanian mengalami penurunan 11,36% secara tahunan dengan andil 1,21%, utamanya karena penurunan ekspor komoditas kopi, buah-buahan, tanaman obat, rempah-rempah, dan cengkeh. Secara kumulatif, ekspor Indonesia selama Januari-Juni 2026 mencapai US$140,81 miliar atau naik 4,13% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan ekspor nonmigas naik 4,90% menjadi US$134,58 miliar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait