Batu Bara dan CPO Jadi Penyelemat Ekspor RI di Juli 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai US$25,46 miliar, naik 8,84% dibanding Juni 2025. Ekspor nonmigas tumbuh 9,46% menjadi US$24,39 miliar, sementara ekspor migas turun 3,78% menjadi US$1,07 miliar. Kenaikan ekspor nonmigas terutama didorong bahan bakar mineral yang naik 49,67% (volume naik 15,34%), nikel yang naik 69,30% (volume turun 12,14%), serta minyak lemak hewan dan nabati yang naik 10,45% (volume turun 7,09%). Dari sisi sektor, pengolahan memberikan kontribusi terbesar senilai US$20,88 miliar, disusul pertambangan US$3,03 miliar, dan pertanian, kehutanan, perikanan US$0,49 miliar.
Sektor pertanian mengalami penurunan 11,36% secara tahunan dengan andil 1,21%, utamanya karena penurunan ekspor komoditas kopi, buah-buahan, tanaman obat, rempah-rempah, dan cengkeh. Secara kumulatif, ekspor Indonesia selama Januari-Juni 2026 mencapai US$140,81 miliar atau naik 4,13% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan ekspor nonmigas naik 4,90% menjadi US$134,58 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 12.26
BPS Ungkap B50 Bisa Tekan Ekspor Sawit Semester II 2026
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 14.45
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
Berita terkait
Batu Bara dan CPO Jadi Penyelemat Ekspor RI di Juni 2026
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 11.42
Harga CPO Anjlok 2,10% ke MYR 4.672/Ton, Batu Bara dan Timah Menguat
kumparan · 28 September 2026 pukul 08.44
Harga Komoditas Hari Ini: CPO, Batu Bara, Nikel dan Timah Kompak Menguat
kumparan · 25 September 2026 pukul 08.45
Harga Komoditas Kompak Melemah, Batu Bara hingga Nikel Turun
kumparan · 24 September 2026 pukul 10.03