Bebaskan Sektor Riil dari Tekanan Merawat Independensi Bank Central
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas pentingnya menjaga independensi Bank Indonesia (BI) untuk mengatasi tekanan ekonomi pada sektor riil. Mengganggu independensi BI, yang diukur dan mengutamakan kepentingan bangsa, hanya akan memperburuk persoalan ekonomi nasional. Saat ini, sektor riil menghadapi banyak kebangkrutan perusahaan manufaktur dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) berkelanjutan dan peningkatan pengangguran. Di sisi lain, sektor moneter harus menghadapi gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan mata uang utama lainnya. Oleh karena itu, BI perlu dibiarkan fokus pada pengendalian nilai tukar rupiah dan inflasi, sementara Kementerian Keuangan dan pihak terkait seharusnya memfokuskan upaya pada perbaikan kebijakan fiskal dan merumuskan kebijakan yang solutif untuk memulihkan kinerja sektor riil dan UMKM.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.10
Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 07.12
Tabungan Warga RI Diramal Melambat: Kemauan Tinggi, Kemampuan Terbatas
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 06.37
Arbitrase Diplomasi Pasar Pasca-Mundurnya Perry Warjiyo
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 19.45
Inflasi Juli 2026 Diproyeksikan Melandai
Berita terkait
Strong Dollar Menghantam Rupiah, Apa yang Harus Dilakukan RI?
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 07.22
Gubernur BI: Ekonomi Indonesia Tergerus 0,1% Tiap Suku Bunga Naik 25 Bps
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 19.12
BI Pilih Jalur Ini Saat Dunia Gonjang Ganjing, Keluarkan Jurus Jitu!
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 15.50
Kata-kata Destry Damayanti usai Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 19.45