Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Inflasi Juli 2026 Diproyeksikan Melandai

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2026 diproyeksikan melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Permata Bank memperkirakan inflasi tahunan turun menjadi 3,08% secara tahun-on-year (yoy) dari 3,34% pada Juni 2026, sementara Bank Mandiri memproyeksikan 3,06% yoy. Penurunan ini didorong oleh meredanya tekanan harga pangan bergejolak, terutama dari penurunan harga komoditas seperti telur ayam, bawang merah, dan cabai selama musim panen. Secara bulanan, inflasi turun menjadi 0,05% menurut Permata Bank dari 0,44% pada Juni, dengan deflasi pada kelompok volatile food sebagai kontributor utama.

Meski inflasi inti diperkirakan naik tipis menjadi 2,80% yoy akibat biaya pendidikan dan transmisi biaya produksi, Bank Mandiri mencatat deflasi 1,12% untuk volatile food, berbalik dari inflasi sebelumnya. Kedua bank memperkirakan tekanan inflasi mereda setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Namun, ada potensi peningkatan inflasi pada paruh kedua 2026 karena kebijakan pemerktahan seperti Program Makan Bergizi Gratis, potensi El Niño, dan faktor eksternal seperti ketidakpastian geopolitik dan kebijakan suku bunga The Fed.

Permata Bank memproyeksikan inflasi akhir 2026 berada di kisaran 3,13% dengan asumsi harga energi bersubsidi tetap, dan BI Rate bertahan di 5,75%. Bank Mandiri memperkirakan inflasi bulanan Juli hanya 0,03% dengan inflasi tahunan 3,06%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait