Produksi Tambang Bawah Tanah Freeport Pulih 100% di Akhir 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan pemulihan produksi tambang bawah tanahnya hingga 100% dari kapasitas normal pada akhir 2027. Pemulihan ini dilakukan setelah insiden luncuran lumpur basah di Grasberg Block Cave pada September 2025, yang menimbun infrastruktur dan alat berat. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyatakan bahwa perusahaan sedang memodifikasi peralatan untuk mempercepat normalisasi operasional. Tahapan pemulihan mencakup pencapaian 65% produksi normal pada akhir 2026, meningkat menjadi 75% pada semester pertama 2027, dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027. Hingga akhir semester kedua 2026, PTFI menargetkan produksi 800 juta pon tembaga dan 700.000 ons emas. Proses pemulihan menantang karena harus memindahkan sekitar 800.000 ton material lumpur basah yang lebih basah dari perkiraan. Secara finansial, kontribusi ke negara tahun ini diproyeksikan Rp 47 triliun. Jika produksi pulih sepenuhnya, kontribusi bisa melampaui Rp 100 triliun, diperkirakan Rp 120 triliun per tahun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 03.30
Indonesia Disebut Rugi Jika Freeport Berhenti, Pemerintah Diharap Perpanjang IUPK Selama Usia Tambang
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 13.09
Bos Freeport Ungkap Dampak Produksi Pulih Total: Bisa Sumbang Rp100 T
Berita terkait
Pasca Longsor, Freeport Bisa Produksi Tambang Bawah Tanah 65% H2-2026
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 08.45
Freeport Siapkan Tambang Baru Demi Jaga Produksi
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 13.12
Berangsur Pulih, Freeport Targetkan Produksi 75% di Semester I-2027
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 11.20
Jangan Kaget! RI Punya Cadangan Emas Raksasa Melebihi Freeport
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 09.00