Pasca Longsor, Freeport Bisa Produksi Tambang Bawah Tanah 65% H2-2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Freeport-McMoRan menyatakan bahwa produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) yang dioperasikan PT Freeport Indonesia akan pulih hingga mencapai 65% pada semester II-2026, menyusul insiden longsoran lumpur pada September 2025. Pembersihan dan pemulihan blok produksi yang terdampak telah selesai, dengan operasional produksi kembali berjalan sejak akhir Maret 2026. Perusahaan mencatat kemajuan stabil dalam peningkatan operasional, dengan target produksi mencapai 80% pada pertengahan 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir 2027.
Biaya pemulihan termasuk fasilitas menganggur dan restorasi mencapai US$ 284 juta pada kuartal II-2026, namun Freeport tetap optimis karena prospek pasar yang menguat seiring tren transisi energi global. Pemulihan ini diharapkan dapat memperkuat volume penjualan konsentrat tembaga dan emas nasional, dengan mitigasi risiko melalui teknologi manajemen gua dan sistem drainase yang lebih canggih untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 19.00
Freeport Mundurkan Produksi Tambang Kucing Liar ke 2029
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.52
Izin Tambang Berakhir 2041, Ini Alasan Freeport Perpanjang Lebih Awal
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 20.42
Izin Tambang Berakhir 2041, Freeport Ajukan Perpanjangan ke Pemerintah
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 08.00
Freeport Sudah Ajukan Perpanjangan izin Operasi
Berita terkait
Freeport Sudah Ajukan Perpanjangan Izin Tambang (IUPK), Ini Kata ESDM
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 20.20
Freeport Punya Proyek Tambang Bawah Tanah Baru, Beroperasi di 2029
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 10.40
Freeport Resmi Ajukan Perpanjangan Izin Tambang (IUPK) Setelah 2041
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 18.05
Freeport Siapkan Tambang Baru Demi Jaga Produksi
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 13.12