Berpikir Sial Ternyata Sangat Berbahaya, Begini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membahas tentang bahaya berpikir sial atau tathayyur dalam Islam. Tathayyur berasal dari tradisi pra-Islam di mana burung dilepaskan untuk menentukan nasib, dan keyakinan bahwa hal-hal tertentu membawa kesialan. Dalam Islam, tathayyur dilarang karena dapat menyebabkan putus asa dan menggeser tawakkal kepada Allah, yang dianggap sebagai bentuk syirik. Rasulullah SAW melarang thiyarah dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim, menekankan pentingnya pikiran positif dan perkataan baik.
Para ulama seperti Ibnul Qayyim dan Syaikh al-‘Utsaimin menjelaskan bahwa tathayyur tidak hanya terkait burung, tetapi juga mencakup nama, angka, atau hal-hal yang dianggap sial. Keyakinan ini menafikan tauhid karena bergantung pada selain Allah dan hal-hal yang tidak nyata. Dampak psikologisnya meliputi kecemasan, ketakutan, dan kehidupan yang sempit, sehingga orang yang bertathayyur cenderung kehilangan peluang kebaikan karena terlalu fokus pada hal-hal yang dianggap membawa celaka. Islam mengajarkan untuk berpikir positif dan bergantung sepenuhnya pada ketentuan Allah.
Bagikan
Berita terkait
Tradisi Buang Sial, Adakah Dasarnya? Ini Penjelasan Dalil Al-Qur'an dan Hadis
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 12.32
Hukum Percaya Kesialan dalam Islam, Benarkah Merasa Diri Sial Termasuk Syirik?
SINDOnews · 3 Agustus 2026 pukul 09.48
HUT RI ke-81 : Kemerdekaan Sejati dalam Islam, Bebas dari Penghambaan kepada Manusia
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 05.15
Selawat Jibril, Bacaan Pendek yang Memiliki 15 Keutamaan Luar Biasa
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 19.36