Besar-besaran, AS Deportasi 1.200 Warga Asing ke Liberia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendeportasi sebanyak 1.200 warga negara asing (WNA) ke Liberia sebagai bagian dari langkah penindakan imigrasi yang lebih luas. Langkah ini termasuk ekspansi drastis cakupan deportasi, dengan alasan bahwa AS dapat mengirimkan orang ke negara yang bukan negara asal mereka. Pemerintah Liberia menyatakan akan menerima hingga 1.200 orang dalam kurun waktu satu tahun, dengan kelompok pertama sebanyak 20 orang dijadwalkan tiba pada Kamis (20/8/2026). Orang-orang yang dideportasi diizinkan untuk meninggalkan Liberia kapan saja atau mengajukan permohonan suaka. Pemerintah AS juga berencana mendepor Klimar Abrego Garcia, seorang imigran asal El Salvador, ke Liberia setelah sebelumnya salah dideportasi ke El Salvador. Ghana dan Guinea Khatulistiwa menjadi titik transit utama dalam upaya ini, meskipun otoritas lokal kemudian mengirimkan orang yang dideportasi ke negara asal mereka. Dua mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan bahwa AS menggunakan kebijakan larangan dan pembatasan visa untuk menekan negara-negara Afrika agar menerima orang dari negara ketiga. Pemerintah Liberia menegaskan tidak meminta atau menerima kompensasi atas partisipasi dalam program ini, dan menyatakan kesepakatan ini bersifat kemanusiaan. Departemen Luar Negeri AS menolak memberikan komentar mengenai skema ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 01.30
Dua Turis Asing Overstay di Bali: Kehabisan Uang, Terancam Dideportasi
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 13.04
Trump Sebut Pencaplokan Selat Hormuz Jadi Wilyah AS Ide yang Bagus
Berita terkait
Latihan Militer AS-Korea Selatan Akhirnya Dipangkas Cuma Sampai Lusa
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.42
Dideportasi, Pria Kelahiran Israel Pasarkan Travel Lewat Akun 'The Bali Dream'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 09.45
Ada Keterlibatan Mantan Tentara Israel Dalam Kasus Deportasi Bule Lithuania
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.20
Gubernur Koster Respons Fenomena Orang Israel Buka Usaha-Kerja di Bali
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.10