Trump Sebut Pencaplokan Selat Hormuz Jadi Wilyah AS Ide yang Bagus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump menyebut gagasan menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS merupakan "ide yang bagus". Trump mengklaim AS mengendalikan selat strategis tersebut melalui blokade, mengeluarkan jutaan barel minyak per minggu, sehingga harga minyak turun dan akan terus turun kecuali AS mengambil langkah drastis. Pada Jumat lalu, Trump menyatakan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi mengenai status wilayah tersebut.
Kebijakan ini muncul setelah Trump pada 8 Juli mengumumkan gencatan senjata dengan Iran yang dicapai 18 Juni tidak lagi berlaku. Sejak itu, militer AS melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan itu sebagai respons atas tindakan Teheran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. Iran membalas dengan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah dan menuduh Washington melanggar kesepakatan.
Dalam beberapa pekan terakhir, kedua belah pihak berupaya mencapai kesepakatan baru dengan bantuan mediator Timur Tengah. Trump pada 9 Agustus mengakui Washington bernegosiasi dengan langkah "setengah hati", sementara kondisi ekonomi Iran dilaporkan semakin memburuk.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.55
Negosiasi Damai Mandek, Trump Serukan Iran Menyerah!
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 13.30
Donald Trump Menyukai Gagasan Menjadikan Selat Hormuz Wilayah AS
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 08.45
Harga Minyak Dunia Bergerak Bervariasi, Ketegangan Iran-AS Bayangi Pasar Minyak
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.42
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Kesepakatan soal Selat Hormuz
Berita terkait
Iran Respons Keras Trump yang Akan Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 11.14
Donald Trump Ancam Serang Oman Jika Ganggu Negosiasi AS - Iran
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 03.07
Donald Trump Ancam Bombardir Oman Jika Coba Halangi Urusan AS dengan Iran
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 22.07
Ejek Trump, Iran: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut dengan Ciutan dan Pidato Kampanye
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 21.35