BGN tangguhkan 1.276 SPPG dan usulkan tutup permanen 654 dapur MBG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) menangguhkan operasional 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Dari jumlah tersebut, 821 SPPG masih dalam proses pendaftaran SLHS, 447 SPPG tidak memenuhi syarat, dan 8 SPPG belum terkonfirmasi statusnya. BGN juga mengusulkan penutupan permanen 654 SPPG yang dikategorikan kritis jika tidak memenuhi ketentuan dalam tujuh hari ke depan. Penangguhan tersebut tersebar di 239 SPPG di Sumatera, 927 di Jawa, dan 110 di luar keduanya. Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menegaskan bahwa keselamatan penerima manfaat program MBG adalah prioritas utama, sehingga standar kebersihan dan sanitasi tidak bisa dikompromikan. SLHS dianggap penting untuk memastikan proses penyediaan makanan memenuhi standar higienitas dan sanitasi yang benar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 19.29
Sudaryono Minta Guru Icipi Makanan MBG Sebelum Dimakan Siswa
JawaPos · 16 September 2026 pukul 20.15
Bertambah Lagi, BGN Suspend 1.276 SPPG Usai Tak Patuhi SLHS
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.51
BGN Tutup Sementara 1.276 Dapur MBG Tak Laik Higiene
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 16.57
Kepala BGN Minta Sekolah Pastikan Keamanan MBG sebelum Dikonsumsi Siswa
Berita terkait
62 SPPG di Tangerang ditutup karena tak kantongi SLHS
ANTARA News · 12 September 2026 pukul 15.59
Kepala BGN Sebut Hampir 2.000 SPPG Ditutup Sementara Akibat Belum Punya SLHS
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 19.35
143 SPPG di Depok Telah Miliki SLHS, 56 Masih Proses
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 16.00
1.999 Dapur SPPG Ditutup Sementara, Akademisi Apresiasi Ketegasan BGN
JPNN.com · 14 September 2026 pukul 11.49