Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

BMKG Ingatkan Warga Tak Buru-buru Masuk Rumah Rusak Usai Gempa M 7,7 NTT

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga di wilayah terdampak gempa Magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar tidak buru-buru kembali ke rumah atau memasuki bangunan yang rusak akibat gempa. Imbauan ini disampaikan karena aktivitas gempa susulan masih berlangsung. Hingga Sabtu (15/8/2026), BMKG mencatat sekurangnya 37 gempa susulan setelah gempa utama. Salah satu gempa susulan memiliki kekuatan sekitar M 6,2 dan dirasakan masyarakat. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan bahwa banyak bangunan rusak akibat gempa, sehingga masuk ke dalamnya dapat sangat berbahaya mengingat mas masih terjadi gempa susulan.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menyampaikan bahwa jumlah 37 gempa susulan tersebut masih merupakan data awal. Dengan kekuatan gempa utama mencapai M 7,7, aktivitas gempa susulan diperkirakan akan berlanjut, bahkan bisa berlangsung hingga beberapa minggu. Namun, Wijayanto memastikan bahwa aktivitas gempa susulan umumnya akan mengalami peluruhan sehingga frekuensi dan kekuatannya semakin berkurang. Masyarakat juga diminta tidak panik dan tetap waspada terhadap bangunan yang rusak.

Di sisi lain, BMKG memastikan bahwa ancaman tsunami akibat gempa utama telah berakhir. Peringatan dini tsunami telah dicabut setelah hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang membahayakan. Dengan berakhirnya peringatan dini tsunami, masyarakat di wilayah pantai, termasuk nelayan, dapat kembali beraktivitas. Namun, warga yang rumah atau bangunannya mengalami kerusakan tetap dilarang kembali ke lokasi sebelum dinyatakan aman oleh pihak terkait.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait