Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

BNPB Ungkap Lokasi Ini Paling Tinggi Sebaran Polutan Efek Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih aktif di sejumlah wilayah Indonesia, dengan sebaran polutan tertinggi terkonsentrasi di tiga provinsi Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Menurut Plt Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan, konsentrasi polutan akibat karhutla masih tinggi pada 15-16 September 2026, dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pada 14 September 2026, BNPB mencatat 19 titik api dengan total lahan terbakar mencapai 261,5 hektare, di mana 180,8 hektare telah berhasil dipadamkan dan sekitar 80,7 hektare masih dalam proses penanganan.

Arah angin yang konsisten mengarah ke utara dan barat laut berpotensi membawa emisi hasil kebakaran ke wilayah tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei, sehingga mengancam kembali terhadap kondisi transboundary haze. Di samping Kalimantan, aktivitas karhutla juga tercatat di Sumatra (Sumatra Selatan, Jambi, Riau) dan Papua (bagian kepala burung dan Merauke). Total lahan terbakar tercatat mencapai 19.851,65 hektare di Riau, 19.303,99 hektare di Kalimantan Selatan, dan 15.976,1 hektare di Kalimantan Tengah.

Dampak dari sebaran polutan ini terlihat pada kualitas udara yang tidak sehat hingga berbahaya di sejumlah wilayah Kalimantan. ISPU tercatat mencapai 902 di Kabupaten Murung Raya, 913 di Barito Selatan, 777 di Kapuas, dan 661 di Pontianak Tenggara. BNPB meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Upaya pemadaman dilakukan secara massal dan terukur dengan dukungan Satgas Darat dan Satgas Udara.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait