Bos ALVA Buka Suara, Bilang Gini Soal Proyek Motor Listrik Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO Alva, Purbaja Pantja, menyatakan perusahaannya telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan seluruh motor listriknya sudah di atas 40% sesuai peraturan. Namun, ia menilai definisi motor nasional masih belum jelas dan industri belum menerima komunikasi yang tegas dari pemerintah.
Tantangan terbesar saat ini bukan lagi meningkatkan kandungan lokal, melainkan membangun industri komponen yang mampu memasok kebutuhan kendaraan listrik. Contohnya industri baterai yang mulai banyak bermunculan, tetapi tidak semua produsen punya spesifikasi sesuai untuk motor listrik, sehingga produsen harus seleksi berdasarkan kualitas, kapasitas produksi, dan kebutuhan produk.
Alva juga menekankan lokalisasi bergantung pada permintaan pasar. Semakin besar penjualan motor listrik, semakin besar insentif bagi produsen komponen membangun pabrik di dalam negeri. Ia menilai perkembangan sudah positif dan berharap ekosistem manufaktur motor listrik semakin lengkap.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.05
AIPRO dan ALVA Care Diluncurkan di GIIAS 2026, Intip Keunggulannya
Berita terkait
Prabowo Siapkan Insentif 1 Juta Motor Listrik, Alva dan Gesits Masuk Radar Pemerintah
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 18.08
Molinas: Mesin Industrialisasi atau Sekadar Pasar Baru Motor Listrik?
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 08.15
Pemerintah Rilis Motor Listrik Nasional, James Riady Beli 20.000 Unit
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 20.10
Rosan Sebut 10 Perusahaan Patuh TKDN Siap Garap Motor Listrik Nasional
CNN Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 18.40