Bos Chevron Nyalakan Sinyal Bahaya Pasar Energi Global,AS Siapkan Pipa Rahasia?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO Chevron, Mike Wirth, memperingatkan bahwa ancaman terhadap pasokan minyak dunia kini memasuki fase 'sangat nyata' akibat konflik yang meluas dengan Iran dan serangan milisi Houthi ke fasilitas minyak Arab Saudi. Eskalasi perang selama lima bulan tidak hanya melumpuhkan Selat Hormuz, tetapi juga merusak infrastruktur vital di Laut Merah dan Laut Hitam. Meskipun Presiden AS sempat menunda serangan baru ke Iran, Wirth menegaskan pasar energi dunia berada dalam kondisi sangat rapuh.
Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz merosot drastis hingga hanya tersisa hitungan jari per hari, sementara persediaan minyak global terus menurun. Dampaknya langsung terasa di kantong konsumen: harga bensin rata-rata nasional AS melonjak ke USD4,09 per galon, hampir USD1 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD3,15. Sementara itu, minyak mentah WTI bertengger di kisaran USD84 per barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.40
Harga Minyak Dunia Tertahan, Kesepakatan Selat Hormuz Dinanti
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 12.40
AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz? Trump Siap Umumkan Hari Ini
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 07.46
Harga Minyak Hari Ini Anjlok 5%, Ini Penyebabnya
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 22.35
Harga Minyak Langsung Turun Usai AS-Iran Setop Serangan
Berita terkait
Harga Minyak Merosot Setelah Ekspor Lewat Selat Hormuz Meningkat
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 07.53
Harga Minyak Hari Ini Melambung Setelah Selat Hormuz Belum Bakal Dibuka
Liputan6.com · 12 Agustus 2026 pukul 08.26
Harga Minyak Dunia Mandek di US$87,8 saat Harapan Damai AS-Iran Redup
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.50
Selat Hormuz Makin Horor, Harga Minyak Dunia Cetak Rekor Terparah Sepanjang Juli
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 14.55