Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Harga Minyak Merosot Setelah Ekspor Lewat Selat Hormuz Meningkat

Harga minyak dunia merosot pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Kontrak berjangka WTI turun 2,4% ke US$ 81,25 per barel, sementara Brent terpangkas 2% ke US$ 87,07 per barel. Penurunan ini terjadi setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan ekspor melalui Selat Hormuz lebih tinggi dari perkiraan banyak pihak independen. Wright mengatakan ekspor minyak lewat selat tersebut mendekati rata-rata 9 juta barel per hari (bpd), dan mencapai sekitar 15 juta bpd jika pipa ikut dihitung. Sebelum perang, volume yang melintas mencapai 20 juta bpd.

Badan Energi Internasional (IEA) melaporkan permintaan minyak diperkirakan turun 1,6 juta bpd tahun ini, lebih tinggi 510.000 bpd dari perkiraan sebelumnya. Pasokan tercatat 6,3 juta bpd lebih rendah secara tahunan pada Juli, dengan 8,3 juta bpd produksi di Teluk terhenti. Situasi keamanan di Timur Tengah masih rawan menyusul serangan kapal di Teluk Oman dan Laut Merah. Kelompok Houthi mengklaim menyerang kilang Jizan dengan drone. AS dan Iran berselisih soal kendali Selat Hormuz, dengan Teheran mengklaim penutupan dan Trump mengklaim kendali penuh AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait