BRIN Ungkap Progres Perkembangan Teknologi Nuklir Pangan hingga Kesehatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan kemajuan teknologi nuklir damai kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Kepala BRIN Arif Satria menegaskan teknologi nuklir tidak hanya untuk energi, tetapi juga sektor pangan dan kesehatan. Di bidang kesehatan, BRIN mengembangkan radiofarmaka — obat berisi zat radioaktif untuk diagnosis dan pengobatan kanker. Di sektor pangan, teknologi iradiasi dikembangkan untuk mengawetkan produk ekspor buah-buahan, dengan fasilitas di Pasar Jumat dan Serpong yang mendukung peningkatan kualitas ekspor.
BRIN bertarget menguasai seluruh rantai nilai nuklir: penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah. Persiapan ini bertujuwakan agar Indonesia tidak memulai dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi jika memutuskan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 17.13
BRIN Ungkap Potensi Uranium di Indonesia Capai 89 Ribu Ton
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 09.00
Ada 'Harta Karun Langka' Buat 'Nuklir' di RI, Segini Potensinya
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.05
Prabowo Minta Periset BRIN Matikan Mic saat Bicara Teknologi Nuklir
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 17.50
Temui Prabowo, BRIN Paparkan Potensi Nuklir Indonesia
Berita terkait
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir ke Prabowo, Mensesneg: untuk Energi dan Medis
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 14.09
BRIN Beberkan Potensi Nuklir RI ke Prabowo, Ada Uranium 89.000 Ton!
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 16.01
BRIN Siapkan Pesawat N219 dan Versi Amfibi untuk Ambulans Terbang
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 23.29
Analisis Peneliti BRIN Terkait Potensi Maksimal Gempa NTT
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.16