Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Buntut Kericuhan di Perempatan Gramedia, Polda DIY Dituntut Minta Maaf

Massa Aksi Damai Cik Di Tiro menyayangkan narasi Polda DIY yang menyebut mahasiswa membawa cairan merica saat aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia, Yogyakarta, Selasa (1/9). Mereka menjelaskan botol yang disita oleh polisi sebenarnya berisi campuran air dan Mylanta sebagai peralatan paramedis untuk menetralisir gas air mata. "Intinya ini tidak lebih air dan larutan Mylanta yang dicampur karena sejauh ini di beberapa aksi sebelumnya cukup terbukti bisa membantu meredakan efek perih dari gas air mata," kata salah satu anggota paramedis. Mereka pun menolak tuduhan bahwa botol tersebut berisi cairan merica.

Aksi unjuk rasa yang berlangsung hingga malam hari itu juga diduga mengalami kekerasan. Setidaknya enam mahasiswa dilaporkan terluka dan membutuhkan perawatan medis. Bintang Mesa, Ketua Umum Serikat Mahasiswa UGM, menuntut Polda DIY mengusut seluruh tindak kekerasan yang dialami massa aksi. Menurutnya, aksi tersebut diwarnai tindak kekerasan dari sekelompok ormas.

Bintang Mesa juga menuntukan Kapolda DIY mengadakan konferensi pers yang berisi permintaan maaf terkait dugaan brutalitas dan keterlibatan ormas, serta pembiaran aparat kepolisian. Mereka meminta Polda DIY mengakui kesalahan atas penyataan bahwa massa aksi menyemprotkan cairan merica.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait