Cadangan Devisa Juli 2026 Tembus US$145,3 Miliar, Airlangga: Bantalan Eksternal Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan cadangan devisa Indonesia per Juli 2026 mencapai US$145,3 miliar, setara dengan 5,5 bulan impor, menunjukkan bantalan eksternal dalam posisi aman. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2026 dari IMF dan ADB stabil di angka 5,0-5,2 persen. Neraca perdagangan mencatatkan surplus kumulatif US$3,58 miliar dari Januari-Juni 2026, meski Juni mengalami defisit yang lebih rendah dari Mei. Rupiah menguat 0,69 persen dalam satu mingu. Untuk tahun anggaran 2027, Pemerintah targetkan pertumbuhan ekonomi 6 persen (yoy), naik dari 5,4 persen pada 2026. Belanja negara diproyeksikan mencapai Rp4.000 triliun namun defisit anggaran diturunkan menjadi 2,40 persen PDB. Presiden Prabowo Subianto berencana mengubah LKPP menjadi Badan Pengadaan Pemerintah untuk menghemat anggaran Rp360 triliun. IHSG dan Rupiah menguat merespon Nota Keuangan RAPBN 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 19.50
Pemerintah nyatakan cadangan devisa aman senilai 145,3 miliar dolar AS
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 14.32
SBY: Target Pertumbuhan 6% Ambisius, Tapi Bukan Berarti Tidak Bisa
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 19.00
Target Pertumbuhan Ekonomi 6% di RAPBN 2027, Indef Ingatkan Risiko Fiskal
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 15.45
Rosan: Target Investasi RI Capai Rp 2.322 Triliun pada 2027
Berita terkait
Pertumbuhan Tahun Depan Dipatok 6%, Ekonom Wanti-wanti Daya Ungkit Ekonomi Lemah
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 07.35
Ekonom sebut Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027 Tidak Realistis
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 19.15
GREAT Institute Menilai RAPBN 2027 Menunjukkan Arah Kebijakan Ekonomi, Diuji Dua Hal
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 15.20
Pakar Unej harapkan RAPBN 2027 membawa ekonomi RI naik kelas
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 13.08