Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah nyatakan cadangan devisa aman senilai 145,3 miliar dolar AS

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa cadangan devisa Indonesia per Juli 2026 aman sebesar 145,3 miliar dolar AS, setara dengan 5,5 bulan impor. Hal ini disampaikan dalam Konferensi Pers Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta. Neraca perdagangan Indonesia pada Januari–Juni 2026 mencatatkan surplus kumulatif sebesar 3,58 miliar dolar AS, meskipun defisit pada Juni lebih rendah dibanding Mei. Proyeksi IMF dan ADB untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 ditetapkan pada kisaran 5,0–5,2 persen, yang relatif stabil dibandingkan negara-negara Asia lain yang mengalami penurunan. Rupiah juga mencatat penguatan sebesar 0,69 persen dalam seminggu terakhir.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027 mencapai 6 persen secara year-on-year, lebih tinggi dari target APBN 2026 yang sebesar 5,4 persen. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, belanja negara direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun pada 2026. Pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun, naik dari Rp3.153,6 triliun. Pembiayaan direncanakan sebesar Rp671,2 triliun dengan defisit 2,4 persen PDB, menurun dari 2,68 persen PDB pada 2026.

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya target pertumbuhan ekonomi yang ambisius untuk tahun depan. Airlangga menilai indikator keuangan yang ada menjadi pertanda kekuatan bantalan eksternal ekonomi Indonesia, mendukung optimisme pencapaian target pertumbuhan.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait