CCTV Pantau Letusan Krakatau Rusak, Begini Kondisi di Lapangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM memastikan kerusakan kamera CCTV di dekat kawah Anak Gunung Krakatau tidak menghentikan pemantauan aktivitas vulkanik. Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap melakukan pemantauan multiparameter yang meliputi jaringan seismik, pengamatan visual dari lokasi aman, deformasi, emisi gas, citra satelit, dan informasi lapangan. Kerusakan peralatan di dekat gunung api aktif memiliki risiko tinggi akibat lontaran material, abu, cuaca ekstrem, dan gangguan komunikasi, sehingga redundansi instrumen diperlukan. Perbaikan atau penggantian alat hanya dilakukan saat kondisi aman dan aktivitas rendah. Morfologi Gunung Anak Krakatau saat ini berbeda dari sebelum erupsi besar pada 22 Desember 2018. Sebagian besar tubuh gunung di sisi tertentu runtuh pada 2018, kemudian tumbuh kembali akibat aktivitas erupsi. Berdasarkan evaluasi terbaru, pertumbuhan tubuh gunung yang terbentuk pasca-2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi menyebabkan tsunami skala besar. Namun, perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi tetap dipantau intensif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 10.58
CCTV Pemantau Anak Krakatau Rusak Usai Kena Lontaran Material Erupsi
Berita terkait
Lampung Financial Festival 2026 Hari Ke 2 Hadirkan Hiburan dan Edukasi
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 11.35
Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Pastikan Tak Ada Anomali Muka Air Laut
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 11.33
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Sebut Peluang Muncul Tsunami di Bawah 40 Persen
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.17