Cegah Keterlibatan Kembali dalam Gerakan Teroris, Ini yang Dilakukan BNPT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat pelaksanaan deradikalisasi terpadu melalui pendekatan berbasis kasus dan hasil. Pada FGD di Jakarta, Eddy Hartono menyatakan proses deradikalisasi harus diprofil secara individu sejak penahanan hingga reintegrasi sosial, dengan koordinasi lintas lembaga yang mencakup Kementerian Imigrasi, Kejaksaan Agung, dan Densus 88. Pendekatan ini bertujuan mengurangi risiko keterlibatan kembali dalam terorisme sekaligus memastikan penerima program dapat beradaptasi positif di masyarakat. Khariroh Maknunah menambahkan bahwa penguatan koordinasi didasarkan pada pengalaman lapangan untuk mengevaluasi mekanisme kerja antarinstansi. Inisiatif ini bagian dari RAN PE Fase Kedua 2026-2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 11.06
Pemerintah Perkuat Perlindungan Penyintas, 34 Korban Terorisme Terima Bantuan
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 05.38
BNPT dan LPSK Perkuat Perlindungan Korban Terorisme dalam RAN PE 2026-2029
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 05.00
LPSK: 573 Korban Terorisme Masa Lalu Sudah Terima Kompensasi, Total Rp 98,9 M
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 19.25
Wamenko Polkam: Ini Tahun Ke-4 RI Zero Attack Terorisme, Terus Kita Jaga
Berita terkait
BNPT: 620 Anak Teridentifikasi Terkait True Crime Community Sepanjang 2026
Detik.com · 2 September 2026 pukul 12.33
BNPT Catat 620 Anak Terpapar Kekerasan-Radikalisasi Lewat Medsos Sampai Podcast
kumparan · 2 September 2026 pukul 12.00
BNPT dan LPSK Dampingi Penyintas Terorisme, dari Trauma hingga Rekonsiliasi
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 06.43
Negara Hadir, Penyintas Bangkit: Dari Luka Terorisme Menjadi Pesan Perdamaian
JawaPos · 22 Agustus 2026 pukul 23.45