Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Cerita Purbaya Ngaku ke IMF Jadi Menteri Paling Tak Beruntung Sedunia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kepada IMF bahwa dirinya adalah menteri keuangan paling tidak beruntung sedunia. Pengakuan itu disampaikan saat pertemuan dengan IMF akhir April lalu dan diungkapkannya dalam acara GIIAS 2026, Selasa (4/8/2026). Menurut Purbaya, saat masuk Kementerian Keuangan, Indonesia baru dilanda demonstrasi besar Agustus 2025 yang digerakkan mahasiswa, pelajar, buruh, dan pengemudi ojek online di depan Gedung DPR RI serta kota-kota besar lain. Demo itu dipicu kemarahan publik terhadap rencana kenaikan tunjangan DPR, tekanan ekonomi, dan kebijakan yang dinilai tidak berpihak ke rakyat.

Setelah demo, ia menghadapi penilaian MSCI serta kajian negatif dari Fitch Ratings dan Moody's. Indonesia lolos dari penilaian MSCI. Pada Juni, MSCI memperpanjang evaluasi peninjauan indeks saham dan reklasifikasi status pasar saham RI di jajaran Emerging Market hingga November 2026, sambil mengapresiasi reformasi pasar modal otoritas bursa. Selanjutnya muncul perang Iran, lalu muncul penilaian bahwa Menteri Keuangan tidak cukup handal. Indonesia juga menghadapi tekanan nilai tukar rupiah dan masalah likuiditas ketat.

Purbaya menegaskan empat guncangan sekaligus—likuiditas, penilaian MSCI, penilaian Moody's dan Fitch, serta tekanan rupiah—mampu dilewati Indonesia. Menurutnya, ekonomi tetap kokoh, sistem keuangan stabil, dan kegiatan ekonomi tetap berjalan, yang menunjukkan fondasi ekonomi Indonesia jauh lebih kuat dibanding masa-masa krisis sebelumnya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait