China Menentang Ancaman Trump soal Perang Ekonomi terhadap Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

China mengecam kampanye sanksi ekonomi yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan bahwa pemberlakukan sanksi dan tekanan tidak akan menyelesaikan masalah, dan mendesak solusi melalui jalur diplomatik dan politik. China sangat terdampak karena menjadi pembeli utama minyak Iran, dengan lebih dari 80% minyak yang diekspor Iran tertuju pada China pada 2025. Paul Musgrave dari Georgetown University menilai sanksi ini ditujukan khusus untuk menekan China. Sebagai mitra dagang terbesar kedua Iran, China mencatat impor sebesar 26% dari total impor Iran dengan nilai sekitar USD17,8 miliar, serta bergantung pada pasokan minyak, bahan kimia organik, dan plastik dari Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.53
AS Ultimatum Sekutu dan China: Dukung Isolasi Ekonomi Iran atau Hadapi Konsekuensi
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 22.30
Bersaing dengan AS, China Justru Ajak RI Dukung Inisiatif AI Global
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 19.51
Presiden Iran: Kita di Posisi Kuat dan Bermartabat Akhiri Perang dengan AS
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 19.34
Respons Sjafrie soal Menhan China Sebut RI-China Senasib Lawan Asing
Berita terkait
China Tegaskan Kerja Samanya dengan Iran Patuhi Hukum Internasional
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 17.27
China Tolak Sanksi Sepihak AS ke Iran, Tekanan Ekonomi Bukan Solusi Perang
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 19.15
Iran Serukan Warga AS Turun ke Jalan, Sebut Perang Trump Gagal
Detik.com · 30 September 2026 pukul 18.20
Trump Bikin Iran Makin Panas, Harga Minyak Tembus US$ 103 per Barel
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.39