Dampak Perangi Iran, Harga Diesel AS Diproyeksikan Naik hingga 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lembaga statistik energi AS, Energy Information Administration (EIA), menaikkan proyeksi harga diesel ritel hingga US$4,40 per galon pada 2027, naik 8,2% dari perkiraan sebelumnya. Kenaikan ini dipengaruhi oleh ketegangan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah, Rusia, dan Tiongkok, sekaligus tingginya ekspor bersih AS. EIA memproyeksikan stok distilat AS akan turun di bawah 100 juta barel pada September dan tetap rendah hingga sebagian besar 2027, terutama saat musim gugur dan dingin nanti ketika permintaan naik dan produksi kilang turun akibat pemeliharaan. Tekanan ini juga memengaruhi kebijakan ekonomi, dengan Presiden Donald Trump mengakui harga minyak mungkin tidak turun signifikan hingga setelah pemilu paruh waktu pada November mendatang.
Bagikan
Berita terkait
Keputusan Presiden Ini Bikin Warga Sengsara, Bensin Tembus Rp72.700
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 07.35
AS Susah Payah Hancurkan Iran, Rusia dan China Makin Solid
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.29
Selat Hormuz Memanas Lagi, China Disebut Sudah 'Santai'
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.27
Selat Hormuz Tak Akan Lagi Berharga dalam 2 Tahun, Gertakan AS atau Babak Baru Energi Global?
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 17.34