Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

AS Susah Payah Hancurkan Iran, Rusia dan China Makin Solid

Gangguan di Selat Hormuz dapat menimbulkan dampak luas pada pasar energi global. Hubungan energi Rusia dan China semakin solid, membantu China mengurangi risiko gangguan pasokan minyak melalui jalur Timur Tengah. China memiliki cadangan energi domestik serta kerja sama dengan Rusia. Igor Sechin, CEO Rosneft, menyatakan kombinasi persediaan China dan kerja sama dengan Moskow dapat mengurangi dampak gangguan. Selat Hormuz merupakan jalur strategis pengiriman minyak dunia. Kenaikan harga minyak dapat mempengaruhi biaya bahan bakar, transportasi, logistik, dan produksi barang. Kerja sama energi Rusia-China tidak hanya perdagangan minyak dan gas, tetapi keamanan energi jangka panjang. China menjadi target utama minyak dan gas Rusia setelah sanksi Barat pasca invasi Ukraina. China diperkirakan menyumbang lebih dari 60% ekspor gas Rusia pada akhir dekade ini. Meski memiliki cadangan minyak dan pasokan dari Rusia, China tidak sepenuhnya kebal risiko krisis energi global jika gangguan Hormuz berlangsung lama.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait