AS Susah Payah Hancurkan Iran, Rusia dan China Makin Solid
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gangguan di Selat Hormuz dapat menimbulkan dampak luas pada pasar energi global. Hubungan energi Rusia dan China semakin solid, membantu China mengurangi risiko gangguan pasokan minyak melalui jalur Timur Tengah. China memiliki cadangan energi domestik serta kerja sama dengan Rusia. Igor Sechin, CEO Rosneft, menyatakan kombinasi persediaan China dan kerja sama dengan Moskow dapat mengurangi dampak gangguan. Selat Hormuz merupakan jalur strategis pengiriman minyak dunia. Kenaikan harga minyak dapat mempengaruhi biaya bahan bakar, transportasi, logistik, dan produksi barang. Kerja sama energi Rusia-China tidak hanya perdagangan minyak dan gas, tetapi keamanan energi jangka panjang. China menjadi target utama minyak dan gas Rusia setelah sanksi Barat pasca invasi Ukraina. China diperkirakan menyumbang lebih dari 60% ekspor gas Rusia pada akhir dekade ini. Meski memiliki cadangan minyak dan pasokan dari Rusia, China tidak sepenuhnya kebal risiko krisis energi global jika gangguan Hormuz berlangsung lama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 17.34
Selat Hormuz Tak Akan Lagi Berharga dalam 2 Tahun, Gertakan AS atau Babak Baru Energi Global?
Berita terkait
Selat Hormuz Memanas Lagi, China Disebut Sudah 'Santai'
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.27
Subsidi Energi dan Kompensasi Bisa Tembus Rp700 Triliun, Bagaimana Kondisi APBN?
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 16.12
Wamen ESDM Wanti-wanti Anggaran Subsidi Energi Bisa Jebol hingga Rp300 Triliun
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.43
Subsidi & Kompensasi Energi 2026 Terancam Melonjak 2 Kali Lipat Jadi Rp 700 T
kumparan · 2 September 2026 pukul 13.36