Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Selat Hormuz Tak Akan Lagi Berharga dalam 2 Tahun, Gertakan AS atau Babak Baru Energi Global?

Menteri Keuangan AS Scott Bessent memprediksi Selat Hormuz akan kehilangan peran pentingnya dalam dua tahun ke depan akibat pengalihan ke jaringan pipa darat. Prediksi ini disampaikan di KTT Menteri Keuangan G20 di North Carolina. Menurut Bessent, ketergantungan dunia pada jalur ini akan berkurang seiring masuknya alternatif transportasi minyak yang lebih efisien melalui pipa. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan impor minyak mentah AS dari negara-negara Teluk Persia telah turun drastis ke level terendah dalam 40 tahun, hanya sebesar 7% dari total impor minyak AS. Lonjakan produksi domestik dan pasokan dari Kanada menjadi faktor utama penurunan ketergantungan tersebut. Di sisi lain, International Energy Agency (IEA) melaporkan bahwa sekitar 34% minyak mentah dunia masih melintasi Selat Hormuz pada 2025, dengan mayoritas arah ke pasar Asia. Konflik militer Iran yang membatasi lalu lintas kapal sejak awal 2026 telah mendorong harga minyak Brent naik dari USD72,48 menjadi di atas USD95 per barel.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait