Dana Bagi Hasil Belum Cair, Dedi Mulyadi Koreksi Defisit APBD Jabar 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengoreksi proyeksi defisit APBD Jabar 2026 dari Rp5,7 triliun menjadi Rp3,4 triliun setelah rekonsiliasi. Dana bagi hasil pajak dari pemerintah pusat yang belum cair sejak 2023 hingga 2026 menjadi salah satu faktor utama defisit. Selain itu, target cukai rokok tahun ini tidak tercapai, dan mobil listrik tidak dikenakan pajak kendaraan bermotor. Dedi menjelaskan defisit ini juga terkait dengan pelaksanaan pembangunan masif hingga pelosok daerah di Jawa Barat. Untuk menutupi defisit, Pemprov Jabar merencanakan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan pembayaran menggunakan dana bagi hasil dari pemerintah pusat. Namun, keputusan pengajuan pinjaman masih dalam tahap pertimbangan, tergantung kemampuan keuangan Pemprov Jabar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 11.16
Tutupi Defisit, Pemprov Jabar Harap Dana Bagi Hasil dari Pusat Segera Diberikan
Berita terkait
Dedi Mulyadi: 'Kan yang Penting Nyenggol KDM Biar Ramai, He-he-he'
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 16.00
Kas Jabar Terancam Defisit, Dedi Mulyadi Ogah Buru-buru Pinjam Rp3,4 T: Nanti Warga Rugi Bayar Bunga
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 10.07
APBD Jabar Diproyeksi Defisit Rp5,7 Triliun, Dedi Mulyadi Sebut Pusat Belum juga Cairkan DBH
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 09.41
Dedi Mulyadi Soal Prabowo Tak Kunjung Cairkan Dana Bagi Hasil Jabar: Kan Kalimatnya Penundaan, Ya?
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 01.32