Dedi Mulyadi Bongkar Dampak Negatif Tramadol di Kalangan Remaja, Picu Aksi Kejahatan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan pembeli obat keras Tramadol dan minuman keras ilegal di Jabar didominasi remaja di bawah 17 tahun. Kondisi ini mengganggu psikologis remaja, membuat mereka durhaka, mengancam orang tua, menginginkan barang mewah, serta berubah pola hidup menjadi tidur siang dan keluar malam.
Dedi mencontohkan kasus ekstrem di Purwakarta, di mana seorang cucu membunuh kakeknya hanya karena dilarang keluar melewati pukul 23.00 WIB. Pelaku bahkan mengaku merasa 'bahagia' telah membunuh kakeknya. Dedi menyebut ini sebagai cuci otak yang sangat berbahaya dan khawatir maraknya konsumsi obat keras di kalangan remaja akan menggagalkan terwujudnya generasi emas Indonesia. Ia menegaskan masalah ini harus diperangi tanpa kompromi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 Agustus 2026 pukul 15.30
Pengedar Obat Keras di Tangerang Diringkus, Ribuan Hexymer-Tramadol Disita
Berita terkait
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Negatif Pengonsumsi Tramadol
JPNN.com · 8 Agustus 2026 pukul 14.30
Dedi Mulyadi: Tramadol hingga Tawuran Bentuk 'Penjajahan' Tak Terlihat
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 12.49
Polisi Tangkap Pengedar Obat Keras di Jakpus, Ratusan Butir Tramadol Disita
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.33
Remaja 17 Tahun Rancang Skenario Pembunuhan Pakai ChatGPT
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.41