Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Disinformasi Nuklir Iran: Kutipan Palsu Sesatkan Media, Netanyahu, Politisi

Sebuah disinformasi nuklir Iran yang terorganisir berhasil menyesatkan pemimpin dunia dan media internasional. Kutipan palsu dikaitkan dengan Brigjen Ahmad Vahidi, komandan IRGC, yang mengklaim Iran tidak akan menyerah ambisi senjata nuklir selama Israel dan AS memilikinya. Penelusuran menunjukkan tidak ada bukti pernyataan tersebut pernah diucapkan; Iran konsisten menyatakan program nuklirnya bersifat sipil.

Hoaks bermula dari akun anonim India di platform X (175.000 pengikut) pada 5 Agustus, disertai gambar Vahidi dan ilustrasi awan jamur nuklir buatan AI. Dalam jam, narasi menyebar ke Netanyahu, Mike Waltz, dan Fox News. Ahli menyebutnya "narrative laundering" — menanam kebohongan lewat banyak sumber agar tampak otentik. Timing penyebaran tepat tiga hari setelah Trump menghentikan serangan untuk diplomasi.

Kemenlu Iran membantah keras, menyebutnya banjir kebohongan untuk membenarkan agresi militer. Fox News akhirnya mengeluarkan klarifikasi kutipan tidak terverifikasi dan Waltz menghapus unggahannya. Namun ribuan postingan yang memperlakukan kutipan palsu sebagai fakta masih beredar, menunjukkan kerentanan debat publik soal perang dan damai terhadap manipulasi digital.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait