Trump Mendadak Tunda Serangan ke Iran, Terima Telepon Pangeran MBS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan rencana serangan terhadap Iran pada 1 Agustus 2026 melalui platform Truth Social. Penundaan ini diberikan dengan syarat adanya kesepakatan untuk menghentikan ancaman nuklir Iran dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran energi vital. Trump menyebut Iran dan negara-negara Timur Tengah meminta waktu untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut.
Iran merespons dengan memperingatkan AS agar tidak melakukan tindakan militer. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi berkomunikasi dengan pejabat Turki, Pakistan, dan Arab Saudi, menegaskan respons tegas terhadap agresi. Sementara itu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berbicara langsung dengan Trump, menyampaikan kekhawatiran dan meminta kejelasan mengenai rencana AS.
Klaim dukungan dari Israel oleh Trump belum dikonfirmasi oleh pemerintah Israel. Ketegangan meningkat setelah Iran memperingatkan AS untuk tidak mengambil aksi militer baru, dengan diplomasi yang berlangsung untuk mencegah konflik lebih lanjut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 4 Agustus 2026 pukul 11.05
Sebelum Ambil Tindakan Militer Lebih Keras, Trump Beri Iran Peluang Capai Kesepakatan
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 10.20
Trump Ultimatum Iran: Ini Kesempatan Terakhir Sebelum 'Pemenggalan'!
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 09.30
Trump: Iran Punya Kesempatan Terakhir untuk Deal atau Dipenggal Kepalanya!
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 05.15
Skenario Paling Realistis Akhiri Perang: Berikan Iran Kontrol Administratif Jangka Pendek di Selat Hormuz
Berita terkait
Trump Sesumbar soal Hormuz, Parlemen Iran Ejek 'Sembunyi di Truk Makanan'
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.26
Gertak Balik AS, Iran Minta Trump Berhenti Berkhayal Kuasai Selat Hormuz
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.53
Klaim Kuasai Selat Hormuz, Trump Dinilai 'Babak Belur' Perang Lawan Iran
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 07.34
Iran Sebut Trump Delusi karena Ingin Deklarasikan Selat Hormuz Wilayah AS
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 07.29