DPR Tiba-Tiba Ngebut Bahas RUU Migas, Ini Penjelasan Anggota Dewan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memutuskan untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) pengganti Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari mandat Mahkamah Konstitusi (MK) yang pada 2012 lalu membatalkan beberapa pasal dalam UU tersebut. Wakil Ketua MPR dan Anggota Komisi XII DPR, Eddy Soeparno, menjelaskan bahwa revisi ini penting untuk mengikuti putusan MK dan mencegah hambatan administratif dalam pengembangan sektor migas. Salah satu poin kunci dalam draf RUU adalah pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) sebagai pengganti Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). BUK yang baru akan memiliki fungsi pengusahaan dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden untuk mempercepat proses pengambilan keputusan. Selain itu, draf RUU juga mengatur pembentukan Dana Pengembangan Minyak dan Gas Bumi (Petroleum Fund) untuk mendanai riset di sektor energi.
Bagikan
Berita terkait
DPR Usulkan RUU Migas, Siap-Siap Ada Badan Baru Pengganti SKK Migas
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 12.30
DPR Inisiasi Revisi UU Migas, Ini Respons Bahlil
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.30
RUU Minyak dan Gas Bumi Disepakati Menjadi Usul Inisiatif DPR
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 06.18
RUU Migas Disepakati Jadi Usul Inisiatif DPR
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.32