Ekonom Ingatkan Pemerintah soal Risiko Jatuh Tempo Utang Luar Negeri Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet memperingatkan pemerintah mengenai peningkatan risiko jatuh tempo utang luar negeri Indonesia yang semakin pendek. Meskipun rasio utang terhadap PDB tetap stabil di angka 30,63 persen pada triwulan II 2026, rasio utang jangka pendek terhadap cadangan devisa melonjak signifikan dari 55,57 persen menjadi 72,77 persen.
Kondisi ini menunjukkan peningkatan kewajiban valas yang harus dibayar dalam 12 bulan ke depan. Meski belum mencapai ambang krisis 100 persen dan cadangan devisa Agustus sebesar USD 146,5 miliar masih mencukupi untuk lima bulan impor, sensitivitas ekonomi meningkat. Jika sentimen global memburuk, Indonesia berisiko menghadapi tekanan rupiah, arus modal keluar, dan kesulitan rollover utang secara bersamaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 20.51
Ekonom: Risiko Jatuh Tempo Utang Luar Negeri makin Pendek
ANTARA News · 14 September 2026 pukul 20.36
Ekonom ingatkan risiko jatuh tempo utang luar negeri yang makin pendek
Berita terkait
Cadangan Devisa Turun US$11 Miliar hingga Akhir Juni, BI Buka Suara
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.10
Rupiah Hari Ini Perkasa ke 17.577 Imbas Dolar AS Tertekan
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 11.30
Awal Perdagangan, Rupiah Dibuka Perkasa ke Level Rp17.588 per USD
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 09.25
Posisi Cadangan Devisa RI Naik Tipis
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 17.48