Tak Lagi Impor Solar, Devisa RI Meningkat Rp 170 Triliun Tahun Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian ESDM memproyeksikan devisa negara akan meningkat Rp 170 triliun pada 2026 berkat penghentian impor solar dan penerapan mandatori Biodiesel 50% (B50). Penghematan didasarkan pada pengurangan impor solar sebesar 18 juta KL atau 310.000 barel per hari, setara dengan setengah dari total lifting minyak nasional. Implementasi B50 sejak 1 Juli 2026 juga menciptakan 2,1 juta lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah CPO menjadi Rp 20,92 triliun. Saat ini 90% SPBU sudah menyalurkan B50, dengan 28 terminal masih dalam transisi dari B40.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 16.14
ESDM Sebut 90 Persen SPBU Sudah Jual B50
Detik.com · 8 September 2026 pukul 15.59
B50 RI Bikin Jepang-Malaysia-Eropa Penasaran, Ada Potensi Hemat Rp 170 T
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 12.28
Rusia: Uni Eropa Lakukan Harakiri dan Bangga Nyatakan Rakyatnya Harus Menderita
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 10.45
Dukung Pergerakan Ekonomi, Pertamina Jaga Kecukupan Energi di Wilayah Timur Indonesia
Berita terkait
Ekonom Nilai B50 Bisa Menghemat Cadangan Devisa & Mendorong Transformasi Ekonomi
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.32
ASPEBINDO Dorong Penguatan Ekosistem Bioenergi untuk Ketahanan Energi Nasional
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 14.06
Terapkan Mandatori B50, Prabowo Klaim Selamatkan Devisa Negara Hingga Rp 170 Triliun
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Prabowo Sebut B50 Hemat Devisa 9,5 Miliar Dolar AS
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 13.10