Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonom UGM: Vendor Infrastruktur 5G Harus Bebas Tekanan Asing

Pembangunan jaringan 5G di Indonesia memasuki tahap baru setelah Kementerian Komunikasi dan Digital menetapkan pemenang lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Tahap selanjutnya adalah penunjukan vendor penyedia infrastruktur oleh operator seluler.

Muncul laporan tekanan dari Amerika Serikat agar operator memilih vendor seperti Ericsson dan Nokia melalui instrumen Agreement on Reciprocal Trade (ART). Ekonom Universitas Gadjah Mada, Rimawan Pradiptyo, menilai lelang adalah cara efisien jika bebas dari intervensi. Campur tangan asing dapat menghilangkan prinsip efisiensi ekonomi dalam lelang terbuka.

Rimawan menegaskan bahwa pemilihan vendor harus didasarkan pada kualitas layanan, harga kompetitif, dan kemampuan teknis, bukan kepentingan geopolitik. Intervensi dapat meningkatkan biaya investasi dan berpotensi dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan tarif layanan data.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait