Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Emirat Arab Tuding Iran Tembakkan Rudal Balistik ke Jalur Pelayaran Teluk, Tehran Bantah Keras

Emirat Arab menuduh Iran meluncurkan dua rudal balistik yang menyasar jalur pelayaran maritim di wilayahnya. Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Udara Emirat Arab, sistem pertahanan berhasil mendeteksi kedua rudal tersebut sebelum jatuh ke laut, dengan rudal pertama jatuh di luar perairan teritorial dan rudal kedua di dalam perairan teritorial. Sebagai respons, pemerintah Emirat Arab mengumumkan penangguhan seluruh transaksi perdagangan dan keuangan dengan Iran. Namun, pihak Iran membantah tegas tuduhan ini melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, yang menyatakan penolakan terhadap klaim tersebut dan mengkhawatirkan dampaknya pada kepercayaan regional.

Insiden ini memicu kekhawatiran akan eskalasi keamanan di kawasan Teluk, terutama mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran kritis bagi kapal-kapal dari pelabuarg Emirat Arab. Sebelumnya, kapal-kapal tanker milik perusahaan minyak negara ADNOC juga dilaporkan menjadi sasaran serangan dalam beberapa pekan terakhir. Warga Emirat Arab sempat mendapatkan peringatan darurat singkat melalui telepon seluler terkait potensi ancaman rudal, meskipun peringatan ini kemudian dicabut tak lama setelahnya. Peringatan ini merupakan yang pertama sejak alarm palsu pada Juni dan peringatan serangan pada Juli yang tidak berujung pada serangan nyata.

Sejak konflik Timur Tengah dimulai pada 28 Februari, Emirat Arab menjadi salah satu wilayah yang paling banyak mendapatkan serangan dari Iran, dengan hampir 3.000 rudal dan drone yang diarahkan ke negara tersebut. Meskipun ada MoU pada Juni yang bertujuan meminimalisir serangan, kesepakatan tersebut kini telah runtuh. Di tengah ketegangan ini, Iran tetap menegaskan komitmennya untuk bekerja sama secara diplomasi dan militer, sementara Presiden AS Donald Trump juga terlibat dalam dinamika ini dengan berbagai pernyataan dan ancaman terkait keamanan Selat Hormuz.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait