Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Ketika Soekarno-Hatta Hening Karena Abu Anak Krakatau

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4-6 September 2026 menyebabkan sebaran abu vulkanik yang memaksa Bandara Soekarno-Hatta ditutup selama sekitar 46 jam 30 menit, dari Minggu pukul 01.30 hingga Selasa 8 September. Penutupan ini membuat seluruh penerbangan dibatalkan, termasuk rute domestik dan internasional. Pesawat Airbus A320 milik Citilink pun terpaksa dibersihkan dari endapan abu di apron Terminal 1. Dampaknya meluas hingga Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Ngurah Rai di Bali juga ditutup. Penumpang seperti Yudi Chandra yang akan medical check-up ke Penang dan Hendrawan yang akan ke Bali terpaksa membatalkan atau mengganti rencana perjalanan. Raditya Dika yang pulang dari New York juga terdampak, dengan penerbangannya dari Doha kembali ke Doha karena kondisi abu vulkanik. Ia kemudian harus menunggu pembukaan bandara dan akhirnya kembali ke Indonesia pada Selasa setelah Soekarno-Hatta kembali beroperasi secara bertahap. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah operasional bandara tersebut mengalami kelumpuhan akibat abu vulkanik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait