Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Fakta-Fakta Wabah Menyebar di Laboratorium Rusia, 189 Orang Dipantau

Seorang pekerja di institut penelitian anti-pes di Irkutsk, Siberia, Rusia, meninggal setelah didiagnosis dengan pneumonia berat, memicu pengawasan medis terhadap 189 orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor, sedang menyelidiki penyebab kematian tersebut, namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi. WHO melaporkan bahwa seluruh kontak pasien telah diidentifikasi dan dipantau, dan tidak ada tanda-tanda penyakit pada mereka. Rospotrebnadzor menyatakan bahwa kondisi di Irkutsk dan Shelekhov stabil, dengan langkah penanganan yang telah diberlakukan.

Pes adalah infeksi bakteri langka namun berpotensi mematikan yang disebabkan oleh Yersinia Pestis, biasanya ditemukan pada hewan pengerat dan kutu. Dugaan kasus di laboratorium ini mengarah pada 'pes pneumonik', bentuk penyakit yang menyerang paru-paru dan dapat menular melalui droplet. Profesor Brendan Wren dari London School of Hygiene & Tropical Medicine menyatakan bahwa pes pneumonik menjadi perhatian karena kemampuannya menular melalui saluran pernapasan, meskipun tidak semudah penyebaran SARS-CoV-2.

WHO menilai risiko kesehatan masyarakat bagi populasi umum saat ini rendah, tetapi penilaian akan diperbarui setelah informasi lebih lanjut tersedia. Rospotrebnadzor juga menyatakan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan pasien. Wren memperingatkan bahwa sekitar 2.000 kasus pes terjadi setiap tahun dan umumnya dapat ditangani dengan antibiotik, namun munculnya galur bakteri yang resistan dapat membatasi pilihan pengobatan.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait