Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Fenomena Lipstick Effect: Sinyal Bahaya Ekonomi RI?

Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHAMKA menjelaskan fenomena lipstick effect, yaitu kecenderungan konsumen tetap belanja barang kecil terjangkau seperti kosmetik dan perawatan diri meski kondisi keuangan tertekan. Fenomena ini awalnya populer pada 2001 oleh Leonard Lauder dari Estée Lauder, dan kini semakin terlihat di Indonesia.

Laporan Survei Konsumen Bank Indonesia (Juni 2026) mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 123,4, menunjukkan optimisme tetapi dengan pergeseran alokasi pengeluaran. Masyarakat menunda pembelian aset besar seperti rumah atau kendaraan, namun tetap menyalurkan pengeluaran pada produk personal care dan hiburan digital.

Data BPS (2025) memperlihatkan konsumsi rumah tangga masih mendominasi PDB dengan kontribusi 53,08 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat tidak menghentikan belanja secara total, melainkan mengalihkan preferensi ke produk terjangkau yang memberikan kepuasan emosional instan.

Berita terkait