Bedah Upaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi Hingga Akhir Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh 5,29% year-on-year menurut Badan Pusat Statistik, melambat dari 5,61% di kuartal I-2026. Meski demikian, pertumbuhan tetap di atas 5% dan melampaui perkiraan pasar. Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di antara negara G20, melampaui banyak negara besar dunia.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 di kisaran 4,9-5,7% yoy, didukung permintaan domestik serta bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi dengan pemerintah. Konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama dengan kontribusi 2,67% terhadap pertumbuhan dan porsi 53,32% terhadap PDB. Komponen ini tumbuh 5,06% yoy, melandai dari 5,52% di kuartal I-2026 yang sempat didorong momentum Ramadan dan Idulfitri.
CNBC Indonesia menghadirkan Chief Economist BNI Leo Putera Rinaldy dalam Power Lunch 13 Agustus 2026 untuk membahas faktor penopang dan tantangan pertumbuhan kuartal II, peran investasi, normalisasi konsumsi rumah tangga, proyeksi sisa tahun 2026, serta saran kebijakan bagi pemerintah untuk meningkatkan daya tahan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.51
Bos ADBI Ungkap PR Gubernur BI Baru: Jaga Rupiah hingga Dorong Pertumbuhan
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.59
Prabowo: Indonesia Anggota G20, Tak Pantas Masih Ada Rakyat yang Lapar
Berita terkait
Industri Manufaktur Tumbuh 5,32%, Jadi Motor Ekonomi Nasional
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 12.00
Membedah Fakta Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal II-2026
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 22.52
Fenomena Lipstick Effect: Sinyal Bahaya Ekonomi RI?
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 08.34
Misbakhun Bocorkan Sosok yang Tepat Jadi Gubernur BI
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 19.25